Perubahan Iklim Menyebabkan Penyakit Mematikan

Image result for lingkungan penuh nyamuk

Perubahan iklim adalah perubahan jangka panjang dalam distribusi pola cuaca secara statistik sepanjang periode waktu mulai dasawarsa hingga jutaan tahun. Istilah ini bisa juga berarti perubahan keadaan cuaca rata-rata atau perubahan distribusi peristiwa cuaca rata-rata, contohnya, jumlah peristiwa cuaca ekstrem yang semakin banyak atau sedikit. Perubahan iklim terbatas hingga regional tertentu atau dapat terjadi di seluruh wilayah Bumi.
Perubahan iklim merupakan masalah yang ada sejak lama dimana perubahan iklim ini dapat berpengaruh pada kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langung. Dampak yang ditimbulkan dari perubahan iklim secara tidak langsung yaitu kematian dan kesakitan, sementara yang disebabkan oleh faktor tidak langsung yaitu penyebaran penyakit.
 Namun, beberapa tahun terakhir perhatian dunia terhadap fenomena ini semakin meningkat karena hasil kajian Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menunjukkan bahwa berbagai aktivitas manusia telah ikut berperan dalam pemanasan global sejak pertengahan abad ke-20 (IPCC, 2007). Dampak perubahan iklim dapat dilihat dari batas musim hujan dan kemarau yang tidak lagi pasti. Suhu udara semakin panas, kemarau sering menjadi sangat panjang dan lamanya curah hujan menimbulkan banjir serta longsor.
Laporan perubahan cuaca dan pemanasan global PBB mengungkap 2019 menjadi tahun 'terpanas' dalam periode lima tahun terakhir. Laporan PBB tersebut menuliskan rata-rata suhu global pada 2015-2019 berada dalam jalur 'terpanas'. Dikutip dari AFP, iklim periode ini diperkirakan naik 1,1 derajat Celcius di atas era pra-industri (1850-1900) dan 0,2 derajat Celcius lebih hangat sejak 2011-2015. Empat tahun terakhir ini sudah menjadi terpanas sejak pencatatan iklim dan cuaca dimulai pada 1850.
Peningkatan temperatur yang mana melebihi batas normal dapat menyebabkan peningkatan kasus penyebaran penyakit, yang biasanya disebabkan oleh vektor nyamuk seperti kejadian malaria.
Malaria adalah penyakit ekologis, penyakit yang sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang memungkinkan nyamuk untuk berkembangbiak dan berpotensi kontak dengan manusia dan dapat menularkan parasit malaria. Terjadinya penularan malaria karena adanya parasit dalam tubuh nyamuk, pada suhu yang cocok parasit dapat bekembang dengan cepat.
Hal ini didasarkan pada bukti ilmiah bahwa temperatur yang meningkat sampai batas waktu tertentu dapat meningkatkan risiko penularan malaria, melalui mekanisme pertumbuhan larva dan nyamuk vektor yang semakin cepat, serta siklus gonotropik dan sporogonik yang semakin pendek (ICCSR, 2010). Dimana genotropenik yang pendek dapat menyebabkan terjadinya peningkatan vektor penyakit sehingga banyak terjadi penularan malaria
Dari permasalah tersebut dapat dibuat berbagai pencegahan untuk kejadian malaria, adapun pencegahan sederhana yang dapat dilakukan yaitu : menghindari/ mengurangi gigitan nyamuk malaria dengan cara menggunakan kelambu pada saat tidur, tidak berada di luar rumah pada malam hari, memakai obat anti gigitan nyamuk gosok (semprot/bakar), memasang kawat kasa pada ventilasi dan menjauhkan kandang ternak dari rumah. Selain itu, ada juga upaya yang dapat dilakukan untuk mencegahnya yaitu membersihkan tempat sarang nyamuk dan membunuh nyamuk dewasa dengan penyemprotan insektisida.





Komentar

  1. Sangat benar lakukan persiapan untuk menghadapi perubahan iklim.👍

    Artikel yg informatif dan sangat bermanfaat

    BalasHapus
  2. Sangat benar lakukan persiapan untuk menghadapi perubahan iklim.👍

    Artikel yg informatif dan sangat bermanfaat

    BalasHapus
  3. Bismillah.
    Artikel yang sangat bermanfaat

    BalasHapus
  4. Wah, informasinya sangat penting dan bermanfaat :)

    BalasHapus
  5. Informasinya sangat bermanfaat terutama untuk diri sa sendiri

    BalasHapus
  6. semoga bisa menjadi referensi bagi semua pembaca:) ashiap

    BalasHapus

Posting Komentar